Pada pos ini, saya akan menjabarkan tentang
Tafsir Surat An-Nisa ayat 9 tentang Pendidikan Life Skill.
Rangkuman Makalah
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ
لَوْتَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ
فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا
Dan hendaklah takut (kepada Allah)
orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang
lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.
Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada
Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur
kata yang benar.
Ayat ini tentang harta waris.
Turun sebagai peringatan kepada orang-orang yang berkenaan dengan pembagian harta warisan
agar jangan menelantarkan anak-anak yatim yang dapat berakibat pada kemiskinan dan ketakberdayaan. Menurut Ibnu 'Ajibah
ayat ini memberi pesan kepada orang yang memelihara anak yatim orang lain agar
memiliki kekhawatiran kalau-kalau di kemudian hari mereka terlantar dan tak
berdaya, sebagaimana ia khawatir kalau hal itu terjadi pada anak-anak kandung
mereka sendiri. Ketidak berdayaan itu tidak melulu menyangkut soal ekonomi semata,
tetapi pada seluruh aspek kehidupan.
Istilah Kecakapan Hidup (life
skills) diartikan sebagai kecakapan yang dimiliki seseorang untuk mau dan berani menghadapi problema hidup dan penghidupan secara wajar tanpa merasa tertekan,
kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya (Dirjen
PLSP, DirektoratTenagaTeknis, 2003).
Menurut JecquesDelor, pada dasarnya
program life skills ini berpegang pada empat pilar pembelajaran yaitu sebagai berikut:
1. Learning to know (belajar untuk memperoleh pengetahuan).
2. Learning to do (belajar untuk dapat berbuat/bekerja).
3. Learning to be (belajar untuk menjadi
orang yang berguna).
4. Learning to live together (belajar untuk dapat hidup bersama dengan
orang lain).
Pendidikan kecakapan hidup merupakan konsep pendidikan
yang bertujuan untuk mempersiapkan warga belajar agar
memiliki keberanian dan kemauan menghadapi masalah hidup dan kehidupan secara wajar tanpa merasa tertekan kemudian secara kreatif menemukan solusi serta mampu mengatasinya.
Generasi muda adalah istilah
yang mengacu kepada tahapan masa kehidupan seseorang
yang berada diantara usia remaja dan tua. Ia sudah meninggalkan masa remajanya,
namun belum memasuki masa tua. Dalam posisinya yang
sedemikian itu, generasi muda sering tampil dalam ciri-ciri fisik dan psikis
yang khas. Secara fisik, ia telah tampil dengan format
tubuh, panca indera yang sempurna pertumbuhannya. Tinggi badan,
raut muka, tangan, kaki dan sebagainya terlihat segar,
laksana bunga yang baru tumbuh. Sedangkan secara psikis ia tampil dengan jiwa dan semangat
yang menggebu-gebu, penuh idealisme, segalanya ingin cepat terwujud dan seterusnya.
Dalam keadaan yang demikian itu ia sering menunjukkan dinamika dan kepeloporannya dalam menegakkan dan membela sebuah cita-cita.
Dengan demikian gerakan sosial, protes, demontrasi dan sebagainya sering dipelopori generasi muda.
Sehingga sejak dini-lah pengenalan dan pembiasaan tentang nilai-nilai kehidupan harus dimulai saat anak sudah bisa berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungannya. Anak yang telah didik
untuk mengembangkan dirinya diharapkan mampu mengatasi tantangan yang
dihadapinya tidak melunturkan nilai-nilai moral yang telah terkristalisasi
dalam kehidupannya. Nilai-nilai itu terutama kejujuran, ketabahan, istiqomah,
kreativitas, dan penghargaan pada ilmu yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
Secara umum diakui bahwa
salah satu tugas setiap orang tua, masyarakat, dan pemerintah adalah
mempersiapkan ganerasi yang tangguh dalam aspek kehidupan. Cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah melalui pendidikan
yang bermutu yang dapat menggali dan mengembangkan semua potensi
yang dimiliki secara optimum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar